Minggu, 23 April 2017

MUSEUM WAYANG KOTU


Pada liburan kali ini saya  memutuskan untuk berlibur ke Museum wayang yang berada di Daerah Kota yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Kota, saya sendiri memutuskan untuk pergi liburan ke Museum wayang karena saya bosan dengan liburan saya yang selalu pergi ke pantai dan ke pegunungan atau untuk mencari hal yang baru di dalam diri saya sendiri. Serta karena biayanya yang tidak terlalu mahal hanya RP 5.000 saja kita sudah bisa masuk ke dalam Museum Wayang. Pengalaman liburan ke Museum Wayang pada  waktu itu bukan hanya sekedar mendapatkan arti liburan yang saya dapatkan, tetapi juga saya mendapatkan niai lebih yang sangat berharga yaitu pengetahuan ilmu sejarah  tentang pewayangan yang ada di Indonesia. Disini saya akan sedikit bercerita tentang asal usul wayang, ditinjau dari sejarah yang ada, asal usul wayang dianggap telah hadir semenjak 1500 tahun sebelum Masehi. Wayang lahir dari para cendikia nenek moyang suku Jawa di masa silam. Pada masa itu, wayang diperkirakan hanya terbuat dari rerumputan yang diikat sehingga bentuknya masih sangat sederhana. Wayang dimainkan dalam ritual pemujaan roh nenek moyang dan dalam upacara-upacara adat Jawa.
Sedikit membahas tentang gedung yang menjadi tempat museum wayang, pada awalnya bangunan museum wayang bernama De Oude Hollandsche Kerk ("Gereja Lama Belanda") dan dibangun pertamakali pada tahun 1640. Tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 akibat hancur oleh gempa bumi pada tahun yang sama. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung museum wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai museum pada 13 Agustus 1975. Meskipun telah dipugar beberapa bagian gereja lama dan baru masih tampak terlihat dalam bangunan yang kini telah beralih fungsi menjadi Museum Wayang. Museum Wayang berdiri di atas tanah seluas 990 m2 dan 627 m2.
Pada tanggal 14 Agustus 1936 lokasi ini ditetapkan menjadi monument, selanjutnya dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yaitu lembaga yang didirikan untuk memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, serta menerbitkan hasil penelitian. Pada tanggal 22 Desember 1939 dibuka oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda terakhir, Jonkheer Meester Aldius Warmoldu Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer sebagai museum dengan nama “de oude Bataviasche Museum” atau “Museum Batavia Lama”. Tahun 1957 diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia berganti nama menjadi Museum Jakarta Lama. Pada tanggal 17 September 1962 oleh LKI diserahkan kepada Republik Indonesia dan pada tanggal 23 Juni 1968 diserahkan kepada Propinsi DKI Jakarta sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Dan pada tanggal 13 Agustus 1975 diresmikan sebagai Museum Wayang oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Saat Ini Museum Wayang Jakarta di bawah Pengelolaan UP. Museum Seni Rupa Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.
Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain. Wayang-wayang dari luar negeri ada juga di sini, misalnya dari Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja. Hingga kini Museum Wayang mengkoleksi lebih dari 4.000 buah wayang, terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan. Umumnya boneka yang dikoleksi di museum ini adalah boneka-boneka yang berasal dari Eropa meskipun ada juga yang berasal dari beberapa negara non-Eropa seperti Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia. Selain itu secara periodik disenggelarakan juga pagelaran wayang pada minggu 2 dan ke 3 setiap bulannya.Pada tanggal 7 November 2003, PBB memutuskan mengakui wayang Indonesia sebagai warisan dunia yang patut dilestarikan.

Sekian sedikit wawasan dari saya tentang tempat yang telah saya kunjungi, Saya sangat bangga bisa berkunjung ke museum wayang.

Harapan untuk Bangsa Indonesia yang lebih baik

“ Sebuah Harapan Baru” sebuah judul salah satu Majalah terkenal didunia. Moment langka ketika Indonesia bisa disorot hingga internasional.  Ketika pesta demokrasi 2014 Indonesia menentukan Ir.Jokowi sebagai Presidennya. Bisa dikatakan ini sebuaha sandingan bagi negara Adidaya , Amerika. Jokowi bahkan bisa lebih hebat daripada Obama. Prestasi dan penghargaan Jokowi memang sedikit, tetapi lihat konteksnya, beliau dari sipil yang terus berkarya dari daerah kota, provinsi dan kini saaatnya Negara Indonesia. Jokowi memang dari salah satu parpol kuat di Indonesia, tetapi beliau lah yang bisa merangkul semua kelas sosial masyarakat., yang Sudah terbukti di Solo,jawa tengah, serta sedikit di Ibu kota Jakarta.
Negeri Pinggiran, julukan yang sedikit menggoda untuk Pemerintah Indonesia saat ini. Betapa miskinnya negeri ini. Keadaan social,politik hingga ekonomi berantakan. Yang dimaksud ini adalah bukan miskin harta, tetapi bangsa ini miskin optimisme, miskin prestasi, miskin semangat juang. Miskin etika, serta moral .Bangsa ini memang kaya, kaya akan masalahnya, kaya akan koruptornya. Contoh sangat terbuka di depan mata kita, lihat anggota DPR-RI . duduk diskusi bicara lantang, tetapi apa yang kita saksaikan ? itulah relita cermin Indonesia masa kini. Harapan tentunya masih dan selalu ada untuk Indonesia yang lebih baik.
Melawan bangsanya sendiri itulah cuplikan pidato Bung Karno. Indonesia mudah melawan penjajah, tetapi Indonesia susah melawan bangsanya sendiri.yang dimaksud melawan bangsanya sendiri adalah melawan masalah yang ada di bangsa ini. Seperti Korupsi, terorisme, kriminalisme,dll. Bangsa ini bukan lah permainan, juga bukan hiburan. Kita rakyat Indonesia jangan mau di bodohi akan lomba berkusa oleh para pelaku partai politik. Yang dibutuhkan adalah Indonesia yang makmur,sejahtera,damai, masyarakat bisa hidup layak sesuai  pesan kontsitusi.
Menuju Indonesia yang Hebat sebuah tantangan serta harapan kecil dari rakyat Indonesia terhadap pemerintah masa datang. Pemerintah 2014-2019  adalah sebuah harapan. Harapan optimism, bukan harapan palsu. Disinilah kita, Indonesia saatnya bisa lebih di segani kawan ditakuti lawan. Presiden Jokowi sebagai Pilotnya. Jokowi bersama ratusan kepala daerah serta orang-orang hebat, kurang apalagi amunisi tersebut. Tinggal kerja keras, berkarya, menata kehidupan bangsa ini.  Indonesia hebat ketika masyarakatnya bersatu tanpa batas. Menjadi suatu makna kesimpulan dari pandangan diatas “  SEBUAH HARAPAN BARU NEGERI PINGGIRAN MELAWAN BANGSANYA SENDIRI MENUJU INDONESIA YANG HEBAT ” tak ada salahnya kita sebagai rakyat biasa mendukung, mengawal,beraspirasi, kritik,dan saran  ke pemerintah. Namun seyogyanya ketika kita bersuara harus di ikuti dengan kerja nyata. Demi Indonesia yang Hebat mari kita lakukan, demi Indonesia yang hebat mari kita berkorban. Tiada kata lelah untuk bangsa kita, tiada kata menyaerah untuk bangsa kita, tapi hanya satu kata untuk bangsa kita, “ disini kami berada untukmu bangsaku, INDONESIA.”
Tindak korupsi di Indonesia sudah kian meninggkat , banyak terjadi kasus tindak korupsi dimana-mana, jika hal ini semakin menjadi-jadi maka akan menyebabkan kerugian bangsa Indonesia, Indonesia akan mengalami krisis moneter, masyarakat terlantar, dan haknya merasa direbut oleh seseorang yang melakukan tindak korupsi, Indonesia menjadi sulit untuk berkembang menjadi negara maju. Korupsi itu memakan uang rakyat, uang yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat kini dihabiskan untuk kepentingan diri sendiri. Korupsi di Indonesia bisa dilakukan oleh semua orang, dari tingkat tinggi yaitu para pejabat negara sampai tingkat rendah yaitu masyarakat biasa. Butuh kesadaran dari diri sendiri dan aparat penegak hukum untuk bertindak. Bagaimana Inonesia bisa maju kalau korupsi terus meninggi di Indonesia ? kepada para petinggi-petinggi yang menduduki jabatan. bertindaklah secara amanah dan jujur. Jangan menyalah gunakan jabatan untuk kepentingan diri sendiri, atau untuk memperkaya diri sendiri, misalnya untuk hal-hal yang kotor seperti tindak korupsi. Saya juga berharap pada aparat penegak hukum, dan lembaga penegak hukum seperti KPK, harus menegakkan hukum secara adil, memberantas korupsi hingga tuntas dari hal terkecil yang menyebabkan korupsi. Hindari suap, sogok dan lain-lain.
Harapan saya mengenai kasus korupsi di Indonesia yaitu, di Indonesia haruslah adil dan jujur, berantas korupsi sampai ke akar-akarnya, jangan sisakan satupun. Cara memberantas korupsi mulai dari diri sendiri, dengan cara tanamkan rasa jujur, melakukan hal baik, tidak mencontek saat ujian, tidak memainkan laporan keuangan dalam organisasi. Lalu sebagai mahasiswa kita haruslah peduli, mengajarkan, dan mengajak sedikit demi sedikit masyarakat agar mempunyai jiwa anti korupsi, agar menghindari perbuatan yang menyangkut tentang tindak korupsi, terutama pada generasi muda, karena generasi muda yang merupakan calon pemimpin negeri, agar negeri ini kedepannya bebas korupsi dan bersih lalu menjadi negara yang lebih maju.Untuk memberantas korupsi dibutuhkan kerja sama antara masyarakat dengan aparat penegak hukum, jika ingin Indonesia bebas dari korupsi. Jadi di Indonesia harus diberantas dan keadilan harus di tegakkan, saya yakin Indonesia akan lebih maju dan kehidupan rakyatnya terjamin, tidak ada lagi rakyat yang merasa haknya direbut. Jika korupsi tiada, Indonesia akan hidup aman, nyaman, tentram, sejahtera dan makmur serta damai. Indonesia membutuhkan orang yang jujur, yang amanat terhadap apa yang dilakuk

PERNIKAHAN ADAT MADURA

Upacara pernikahan di Indonesia merupakan upacara yang dianggap sangat sakral dan diselenggarakan secara meriah dan terencana disesuaikan dengan tradisinya.  Dalam adat Madura, Jawa Timur, prosesi pernikahan dimulai dengan acara lamaran. Sebelum melamar, pihak laki-laki biasanya memberi kabar.
Terlebih dahulu kepada pihak perempuan  yang akan dinikahinya. Pemberian kabar ini dalam adat Madura disebut ngangini.  Kemudian dilakukan pertemuan berikutnya yang disebut arabar pagar, yaitu pertemuan perkenalan antara kedua orang tua calon pengantin. Dalam pertemuan arabar pagar biasanya pihak keluarga laki-laki memberi hadiah berupa perlengkapan kosmetik, beras, dan pakaian adat Madura. Pemberian hadiah kepada calon pengantin dalam adat Madura ini disebut ater tolo atau alamar nyaba “jajan”.
Dalam pertemuan kedua keluarga calon pengantin dilakukan juga nyeddek temo, yaitu penentuan hari dan tanggal pernikahan.  Setelah lamaran diterima, biasanya sang laki-laki memberi pakaian dan stagen kepada sang perempuan sebagai lambang bahwa perempuan tersebut akan menikah. Seminggu setelah acara lamaran, keluarga dari pihak perempuan memberi kunjungan balasan ke keluarga laki-laki. Pihak perempuan juga membawa hadiah untuk pihak laki-laki yaitu berupa hidangan nasi dan lauk pauknya. Kunjungan balasan pihak perempuan ke pihak laki-laki ini meresmikan hubungan sang laki-laki dan perempuan.
Setelah hari dan tanggal pernikahan telah ditentukan, sang calon pengantin perempuan akan melakukan persiapan kecantikan di rumahnya. Persiapan kecantikan tubuh dalam adat Madura dilakukan 40 hari sebelum waktu pesta pernikahan. Selama 40 hari, sang calon pengantin perempuan dipingit dirumah. Dipingit berarti tidak boleh keluar rumah selama waktu yang ditentukan.
Untuk perawatan kecantikan kulit sang perempuan biasanya menggunakan berbagai macam bedak, yaitu bedak penghalus kulit, bedak dingin, bedak mangir wangi, dan bedak bida yaitu bedak tradisional untuk menyehatkan kulit, menghaluskan wajah, menjadikan kulit kuning langsat, dan menghilangkan bau badan. Selain itu calon pengantin perempuan juga merawat rambut  dengan wangi-wangian dan dupa.
Pakaian resepsi pernikahan pengantin Madura tidak  berbeda dengan pakaian adat dari daerah lain di Jawa. Dalam pernikahan Madura, pengantin laki-laki mengenakan baju adat yang disebut beskap dengan kain panjang. Pengantin laki-laki juga mengenakan blangkon yaitu penutup kepala tradisional dari Jawa. Saat memakai pakaian pernikahan, pengantin laki-laki ditemani oleh orang tua dan kerabat keluarga yang dituakan. Sedangkan pengantin perempuan mengenakan kebaya, yaitu pakaian tradisional Jawa untuk perempuan, dan juga kain panjang. Setelah kedua pengantin resmi dinikahkan secara agama, resepsi pernikahan kemudian diselenggarakan pada malam harinya. Resepsi pernikahan biasanya dilakukan di rumah keluarga perempuan. Namun dalam era modern ini banyak pasangan pengantin yang melangsungkan pesta pernikahan dengan menyewa tempat di hotel atau tempat lainnya.
Resepsi pernikahan dalam adat Madura dilakukan selama tiga malam berturut-turut. Pada resepsi malam pertama, kedua mempelai pengantin datang ke tempat resepsi dengan diiringi para perias dan para kerabat yang dituakan. Setelah kedua mempelai tiba, diselenggarakanlah upacara muter dulang yaitu upacara ketika pengantin perempuan duduk bersila diatas sebuah baki, yaitu tempat untuk menyajikan makanan yang besar. Setelah itu, pengantin laki-laki datang dengan jalan jongkok menuju kearah pengantin perempuan. Pengantin laki-laki kemudian memutar baki yang diduduki oleh pengantin  perempuan.
Upacara memutar baki ini melambangkan kesiapan pengantin laki-laki untuk memutar roda kehidupan rumah tangga. Setelah memutar baki yang diduduki oleh pengantin perempuan, pengantin laki-laki memegang kepala sang perempuan dengan mengucapkan kalimat, “Aku adalah suamimu dan engkau adalah isteriku”. Kemudian pengantin laki-laki mengajak pengantin perempuan berjalan menuju pelaminan. Pada resepsi malam pertama ini kedua pengantin mengenakan busana pengantin tradisional yang disebut lega.
Pada resepsi malam yang kedua  pengantin mengenakan busana pengantin yang disebut kaputren. Pada malam kedua ini para tamu yang datang ke pesta hanya terdiri dari para kerabat yang dituakan dan kerabat dekat. Pada resepsi malam ketiga, kedua pengantin mengenakan riasan khusus yang disebut rias lilin dengan kebaya putih dan hiasan melati sebagai simbol kesucian. Setelah resepsi malam ketiga selesai, keesokan harinya kedua pengantin melakukan kunjungan kerumah keluarga dan kerabat. Pada setiap kunjungannya, pengantin perempuan akan diberi ontalan yaitu kalimat ucapan “selamat menempuh hidup baru”.

Sabtu, 25 Maret 2017

MAKANAN FAVORIT

Banyak orang merantau ke ibukota untuk mencari nafkah dengan dalih mencari jalan hidup terbaik demi masa depan memaksa mereka untuk pergi meninggalkan rumah. Tak tanggung-tanggung ribuan kilometer pun ditempuh untuk menggapai masa depan cemerlang. 

Mungkin salah satu dari perantau itu adalah Anda. Berada jauh dari rumah atau jauh dari keluarga tentu bukan hal yang mudah. Pasti ada masa-masa di saat Anda begitu merindukan rumah dan ingin pulang, tapi keadaan memaksa Anda untuk bertahan. 

Di antara sejuta rasa rindu yang membuat Anda ingin menginjakkan kali di rumah, makanan merupakan salah satu hal yang membuat rindu itu datang. Menjalani kehidupan di perantauan, Anda pasti lebih sering membeli makanan di luar dibandingkan dengan membuat makanan sendiri. 

Tapi, semua itu dirasa tak bisa memuaskan lidah Anda. Belum lagi harus makan sendiri, saat teman pun kadang tak bisa menemani. 

Pada masa-masa itulah, Anda pasti begitu merindukan suasana di rumah. Menyantap masakan ibu bersama keluarga. Tak hanya perut yang kenyang, hati pun pasti terasa tenang. 

Perasaan rindu akan masakan rumah yang berkecamuk di dada ternyata bukanlah masalah Anda seorang. Bahkan hampir semua perantau di dunia pun merasakannya. 

Berdasarkan survei global yang dilakukan di 7 negara, yaitu Argentina, Kanada, Perancis, Jerman, Meksiko, Filipina dan Afrika Selatan, menemukan bahwa masakan rumah adalah hal yang paling diingat seseorang. 

Survei ini dilakukan pada lebih dari 7 ribu orang. Hasilnya, sebanyak 86 persen mengatakan rasa beberapa makanan mengingatkan mereka akan masa kecilnya. 

Survei serupa pun dilakukan di Indonesia pada sebanyak 1.165 anggota keluarga. Hasilnya menemukan bahwa cita rasa terbaik di dunia adalah the taste of home yang diciptakan para ibu. 

Hal ini diungkapkan langsung oleh Senior Brand Manager Royco, Asep Haekal dalam konferensi pers ‘Kekuatan Cita Rasa Masakan Rumah’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dari hasil survei ia menyimpulkan masakan rumah yang identik dengan masakan ibu selalu dirindukan setiap orang ketika pergi ke manapun. 

Hal ini disebabkan, masakan ibu selalu disajikan dengan penuh cinta. "Di Indonesia sebanyak 85 persen masakan rumah merupakan bentuk ungkapan cinta pada keluarga," kata Haekal. Bahkan, 7 dari 10 orang di Indonesia menganggap resep ibu adalah resep terbaik di dunia. 

Kebiasaan ibu yang selalu memasak dan menyajikan makanan hasil buatannya sendiri di rumah secara tak langsung bisa membentuk sebuah tradisi yang bisa memperkuat ikatan keluarga, yaitu tradisi makan bersama. 

Masih dari survei yang sama, kegiatan masak di rumah terbukti membentuk suatu tradisi makan bersama secara turun-temurun. "Sebanyak 90 persen ibu Indonesia rutin memasak di rumah dan 8 dari 10 ibu percaya kalau masak dapat mempererat keharmonisan keluarga," ujar Haekal. 

Hal inilah yang mungkin juga membuat citra masakan rumah di benak setiap manusia menjadi begitu istimewa. Tak hanya memuaskan rasa lapar, masakan rumah pun mampu membangun kenangan dan membangkitkan memori yang berkesan. 

WISATA

Jumat, 24 Maret 2017

PENCAK SILAT

PENCAK SILAT

Perisai Diri merupakan salah satu organisasi olahraga beladiri yang menjadi anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), induk organisasi resmi pencak silat di Indonesia di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Perisai Diri menjadi salah satu dari sepuluh perguruan silat yang mendapat predikat Perguruan Historis karena mempunyai peran besar dalam sejarah terbentuk dan berkembangnya IPSI.
Perisai Diri didirikan secara resmi pada tanggal 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur. Pendirinya adalah almarhum RM Soebandiman Dirdjoatmodjo, putra bangsawan Keraton Paku Alam. Sebelum mendirikan Perisai Diri secara resmi, beliau melatih silat di lingkungan Perguruan Taman Siswa atas permintaan pamannya, Ki Hajar Dewantoro.
Teknik silat Perisai Diri mengandung unsur 156 aliran silat dari berbagai daerah di Indonesia ditambah dengan aliran Shaolin (Siauw Liem) dari negeri Tiongkok. Pesilat diajarkan teknik beladiri yang efektif dan efisien, baik tangan kosong maupun dengan senjata. Metode praktis dalam Perisai Diri adalah latihan Serang Hindar yang mana menghasilkan motto “Pandai Silat Tanpa Cedera”.
Pak Dirdjo (panggilan akrab RM Soebandiman Dirdjoatmodjo) lahir di Yogyakarta pada tanggal 8 Januari 1913 di lingkungan Keraton Paku Alam. Beliau adalah putra pertama dari RM Pakoe Soedirdjo, buyut dari Paku Alam II. Sejak berusia 9 tahun beliau telah dapat menguasai ilmu pencak silat yang ada di lingkungan keraton sehingga mendapat kepercayaan untuk melatih teman-temannya di lingkungan daerah Paku Alaman. Di samping pencak silat beliau juga belajar menari di Istana Paku Alam sehingga berteman dengan Wasi dan Bagong Kusudiardjo. Pak Dirdjo yang pada masa kecilnya dipanggil dengan nama Soebandiman atau Bandiman oleh teman-temannya ini, merasa belum puas dengan ilmu silat yang telah didapatkannya di lingkungan istana Paku Alaman itu. Karena ingin meningkatkan kemampuan ilmu silatnya, setamat HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool) atau sekolah menengah pendidikan guru setingkat SMP, beliau meninggalkan Yogyakarta untuk merantau tanpa membawa bekal apapun dengan berjalan kaki. Tempat yang dikunjunginya pertama adalah Jombang, Jawa Timur.Di sana beliau belajar silat pada KH Hasan Basri, sedangkan pengetahuan agama dan lainnya diperoleh dari Pondok Pesantren Tebuireng. Di samping belajar, beliau juga bekerja di Pabrik Gula Peterongan untuk membiayai keperluan hidupnya. Setelah menjalani gemblengan keras dengan lancar dan dirasa cukup, beliau kembali ke barat. Sampai di Solo beliau belajar silat pada Sayid Sahab. Beliau juga belajar kanuragan pada kakeknya, Ki Jogosurasmo.
Beliau masih belum merasa puas untuk menambah ilmu silatnya. Tujuan berikutnya adalah Semarang, di sini beliau belajar silat pada Soegito dari aliran Setia Saudara. Dilanjutkan dengan mempelajari ilmu kanuragan di Pondok Randu Gunting Semarang. Rasa keingintahuan yang besar pada ilmu beladiri menjadikan Pak Dirdjo masih belum merasa puas dengan apa yang telah beliau miliki. Dari sana beliau menuju Cirebon setelah singgah terlebih dahulu di Kuningan. Di sini beliau belajar lagi ilmu silat dan kanuragan dengan tidak bosan-bosannya selalu menimba ilmu dari berbagai guru. Selain itu beliau juga belajar silat Minangkabau dan silat Aceh.
Tekadnya untuk menggabungkan dan mengolah berbagai ilmu yang dipelajarinya membuat beliau tidak bosan-bosan menimba ilmu. Berpindah guru baginya berarti mempelajari hal yang baru dan menambah ilmu yang dirasakannya kurang. Beliau yakin, bila segala sesuatu dikerjakan dengan baik dan didasari niat yang baik, maka Tuhan akan menuntun untuk mencapai cita-citanya. Beliau pun mulai meramu ilmu silat sendiri. Pak Dirdjo lalu menetap di Parakan, Banyumas, dan membuka perguruan silat dengan nama Eko Kalbu, yang berarti satu hati.
        Di tengah kesibukan melatih, beliau bertemu dengan seorang pendekar Tionghoa yang beraliran beladiri Siauw Liem Sie (Shaolinshi), Yap Kie San namanya. Yap Kie San adalah salah seorang cucu murid Louw Djing Tie dari Hoo Tik Tjay. Menurut catatan sejarah, Louw Djing Tie merupakan seorang pendekar legendaris dalam dunia persilatan, baik di Tiongkok maupun di Indonesia, dan salah satu tokoh utama pembawa beladiri kungfu dari Tiongkok ke Indonesia. Dalam dunia persilatan, Louw Djing Tie dijuluki sebagai Si Garuda Emas dari Siauw Liem Pay. Saat ini murid-murid penerus Louw Djing Tie di Indonesia mendirikan perguruan kungfu Garuda Emas.


GATOT KACA

GATOT KACA

Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua. Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani. Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya. Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya.
Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian; karena. itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar. Kesaktiannya dalam perang, dapat mencabut leher. musuhnya dengan digunakan pada saat yang penting. Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan. Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca. Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna. Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda, hingga sangat disesali oleh sekalian keluarganya.
Menurut kata dalang waktu Raden Gatotkaca akan mengawan, diucapkan seperti berikut :
Tersebutlah, pakaian Raden Gatotkaca yang juga disebut kesatria di Pringgadani: Berjamang mas bersinar-sinar tiga susun, bersunting mas berbentuk bunga kenanga dikarangkan berupa surengpati. (Surengpati berarti berani pada ajalnya. Sunting serupa ini juga dipakai untuk seorang murid waktu menerima ilmu dari gurunya bagi ilmu kematian, untuk lambang bah.wa orang yang menerima ilmu itu takkan takut pada kematiannya). Bergelung (sanggul) bentuk supit urang tersangga oleh praba, berkancing sanggul mas tua bentuk garuda membelakang dan bertali ulur-ulur bentuk naga terukir, berpontoh nagaraja, bergelang kana (gelang empat segi). Berkain (kampuh) sutera jingga, dibatik dengan lukisan seisi hutan, berikat-pinggang cindai hijau, becelana cindai biru, berkeroncong suasa bentuk nagaraja, uncal diberi emas anting.


Diceritakan, Raden Gatotkaca waktu akan berjalan ia berterumpah Padakacarma, yang membuatnya dapat terbang tanpa sayap. Bersongkok Basunanda, walaupun pada waktu panas terik takkan kena panas, bila hujan tak kena air hujan. Diceritakan Raden Gatotkaca menyingsingkan kain bertaliwanda, ialah kain itu dibelitkan pada badan bagian belakang Raden Gatotkaca segera menepuk bahu dan menolakkan kakinya kebumi, terasa bumi itu mengeram di bawah kakinya. Mengawanlah ia keangkasa.
Wayang itu diujudkan sebagai terbang, ialah dijalan kain, dari kanan ke kiri, dibagian kelir atas beberapa kali lalu dicacakkan, ibarat berhenti di atas awan, dan dalang bercerita pula, Tersebutlah Raden Gatotkaca telah mengawan, setiba di angkasa terasa sebagai menginjak daratan, menyelam di awan biru, mengisah awan di hadapannya dan tertutuplah oleh awan di belakangnya, samar samar tertampak ia di pandangan orang. Sinar pakaian Gatotkaca yang kena sinar matahari sebagai kilat memburunya. Maka berhentilah kesatria Pringgadani di awan melintang, menghadap pada awan yang lain dengan melihat ke kanan dan ke kiri. Setelah hening pemandangan Gatotkaca, turunlah ia dari angkasa menuju ke bumi,
Adipati Karna waktu perang Baratayudha berperang tanding melawan Gatotkaca. Karna melepaskan senjata kunta Wijayadanu, kenalah Gatotkaca dengan senjata itu pada pusatnya. Setelah Gatotkaca kena panah itu jatuhlah Gatotkaca dari angkasa,, menjatuhi kereta kendaraan Karna, hingga hancur lebur kereta itu.

Tersebut dalam cerita, Raden Gatotkaca seorang kesatria yang tak pernah bersolek, hanya berpakaian bersahaja, jauh dari pada wanita. Tetapi setelah Gatotkaca melihat puteri Raden Arjuna, Dewi Pregiwa, waktu diiring oleh Raden Angkawijaya, Raden Gatotkaca jatuh hati lantaran melihat puteri itu berhias serba bersahaja. Berubah tingkah Raden. Gatotkaca ini diketahui oleh ibunya (Dewi Arimbi) dengan sukacita dan menuruti segala permintaan Raden Gatotkaca. Kemudian puteri ini diperisteri Raden Gatotkaca.